Selasa, 03 April 2012

siklus kas - tugas 3


Contoh kasus budget Kas-Penjualan

Contoh Kasus : Anggaran Penjualan


Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha industri tas anak-anak, akan merencanakan penjualan ke beberapa daerah secara kuartalan sebanyak 200.000 unit selama tahun 2006.

Berikut disajikan informasi berkenaan dengan rencana penjualan di atas, yakni sebagai berikut :

Rencana Penjualan selama 4 kwartal adalah sebagai berikut :
Kwartal I          :  20.000 unit
Kwartal II         :  60.000 unit
Kwartal III        :  30.000 unit
Kwartal IV        :  18.000 unit

Harga jual/unit         :  Rp. 1000

Tagihan kas kwartal IV pada tahun sebelumnya (2005) adalah Rp. 3.100.000

Tagihan kas penjualan sebagai berikut : 70% ditagih dalam kwartal penjualan, sedangkan sisanya 30% ditagih pada kwartal berikutnya.

Penjualan pada kwartal IV terdapat sebanyak Rp. 5.400.000 yang tidak tertagih dan dimasukkan sebagai piutang usaha pada akhir periode tahun 2006 .



PT Singga Buana




Anggaran Penjualan



31 Desember 2006










                                
Kwartal


Keterangan
I
II
III
IV
Tahun
Expektasi Penjualan
20000
60000
30000
18000
128000
Harga Jual per Unit
1000
1000
1000
1000
1000
Jumlah Penjualan
20000000
60000000
30000000
18000000
128000000







Skedul Ekspektasi Penagihan Kas

Piutang Usaha
3100000



3100000
Penjualan





  Kuartal I (20jt x





  70%, 30%)
14000000
6000000


20000000
  Kuartal II (60jt x





  70%, 30%)

42000000
18000000

60000000
  Kuartal III (30jt x





  70%, 30%)


21000000
9000000
30000000
  Kuartal IV (18jt x





  70%)



12600000
12600000






Jml Kas yg Ditagih
14000000
48000000
39000000
21600000
125700000
















Sabtu, 31 Maret 2012

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

 Pentingnya Analisa dan Penggunaan Kas

  1. Sumber Kas
         Berkurangnya aktiva lancar selain kas
         Berkurangnya aktiva tetap
         Bertambahnya setiap jenis utang
         Bertambahnya modal
         Adanya keuntungan dari operasi perusahaan

                           

          b.    Penggunaan Kas
         Bertambahnya aktiva lancar selain kas
         Bertambahnya aktiva tetap
         Berkurangnya setiap jenis utang
         Berkurangnya modal
         Pembayaran cash divided
         Adanya kerugian dalam operasi perusahaan

Kejadian yang mempengaruhi Sumber Kas (Penerimaan Kas)

1.    Hasil Penjualan Investasi Jangka Panjang, aktiva tetap (Ada penurunan Aktiva Tetap yang diimbangi dengan naiknya Kas).
2.    Penjualan atau emisi saham atau adanya penambahan modal oleh pemilik dalam bentuk kas. Pengeluaran tanda bukti hutang (wesel), hutang jangka panjang, serta bertambahnya hutang yang diimbangi naiknya kas.
3.    Adanya penurunan aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan naiknya kas.misal penurunan piutang karena adanya penerimaan pembayaran
4.    Adanya penerimaan kas dari sewa, bunga atau dividen, hadiah, atau restitusi pajak dari periode sebelumnya.

Kejadian yang mempengaruhi Penggunaan  Kas (Pengeluaran Kas)

1.    Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
2.    Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive)  oleh pemilik.
3.    Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang
4.    Pembelian barang dagangan secara tunai.
5.    Pembayaran biaya operasi perusahaan.
6.    Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.

Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas antara lain sebagai berikut:

1. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset, dan wasting assets. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.

2. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak, dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan sudah tidak dapat di tagih lagi.

3. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dan penghentian dari penggunaan aktiva tetap karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusut dan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.

4. Adanya pembayaran stock devidend (dividen dalam bentuk saham), adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba, dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.



Sumber :



Selasa, 20 Maret 2012

Laporan Keuangan Yang Diperbandingkan


LAPORAN KEUANGAN YANG DAPAT DIPERBANDINGKAN

Untuk dapat memproleh gambaran tentang perkembangan finansial suatu perusahaan, perlu mengadakan analisa atau interprestasi terhadap data finansial dari perusahaan bersangkutan, dimana data finansial itu tercermin didalam laporan keuangan. Ukuran yang sering digunakan dalam analisa finansial adalah ratio.

Laporan Keuangan dibuat agar dapat digunakan suatu kegunaan yang penting adalah dalam menganalisis kesehatan ekonomi perusahaan. Menurut Kown ( 2004 ; 107 ) : “ Hasil dari menganalisis laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan”.

Analisa Laporan Keuangan menyangkut pemeriksaaan keterkaitan angka–angka dalam laporan keuangan dan trend angka–angka dalam beberapa periode, satu tujuan dari analisis laporan keuangan menggunakan kinerja perusahaan yang lalu untuk memperkirakan bagaimana akan terjadi dimasa yang akan datang.

Dibawah ini perhitungan ratio likiuditas :
1.      Current Ratio ( Rasio Lancar)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,
Current Ratio dapat dihitung dengan rumus :
Current Ratio = Aktiva Lancar
  Hutang Lancar
CONTOH :





Analisis :
Pada tahun 2007, 2008 setiap hutang lancar Rp 1,- dijamin dengan Rp 1,29,-, Rp 1,38,- aktiva lancr. Hal ini berarti menunjukan meningkatnya kemampuan perusahaandalam melunasi kewajiban lancardengan aktiva lancar yang tersedia. Meskipun bukan ukuran secara mutlak, namun ukuran secara kasar current ratio yang lebih dari 200% adalah baik.


Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar.

2.      Cash Ratio ( Rasio Lambat)
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan diBank. Cash Ratio dapat dihitung dengan Rumus yaitu :
Cash Ratio =   Cash + Efek
          Hutang Lancar
CONTOH :
 Analisis  :
Pada tahun 2007, 2008 setiap hutang lancar  Rp 1,- dijamin dengan Rp 0,93,- dan Rp 0,93,- kas dan efek yang akan diuangkan. Hal ini menunjukan bahwa pada taun-tahun besarnya kas dan efek yang segera dapat diuangkan yang disediakan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya meningkat, secara umum kondisi cast ratio PT FAST FOOD INDONESIA  baik,

3.      Quick Ratio ( Rasio Cepat )
Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid . Quick Ratio dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Quick Ratio = Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar
CONTOH 
:


Analisis  :
Pada tahun 2007, 2008 setiap hutang lancar  Rp 1,- dijamin dengan Rp 1,57,- dan Rp 1,76,- aktiva lancar dan persediaan. Dilihat dari table quick ratio di atas 100% yang berarti bahwa likuiditas dari perusahaan tersebut baik. Hal ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dan aktiva lancar yang lebih likuid semakin baik. Biasanya quick raio ini menjadi pusat perhatian para kreditur, mereka menghendaki  perusahaan yang mampu menyediakan alat-alat likuid yang memadai untuk memenuhi keajiban jangka panjangnya.


sumber :